- Presiden yang plinplan
- DPR yang kekanak-kanakan
- Korupsi yang merajalela dan dilindungi
- Penegak hukum melindungi yang bayar
- Tahanan bisa nonton tenis dan jalan-jalan ke luar negeri
- Kekerasan atas nama agama
- Golongan anarkis dipelihara
- Banyak orang miskin tapi penjualan barang mewah tetap tinggi
- Pajak film impor terlalu tinggi, akibatnya nggak ada film impor
- Sepakbola dipimpin mantan narapidana dan korup
- Sinetron terpanjang di dunia
- Listrik yang suka mati sesuka hatinya
- ...... apalagi coba?
Tentang kegelisahan, tentang kegembiraan, tentang cinta, tentang isi hati
Sunday, February 20, 2011
Negara Lelucon
Saturday, February 19, 2011
Selamat Datang Zaman Kegelapan
Per tanggal 17 Februari 2011 kemarin Indonesia ternyata telah memasuki salah satu era kegelapan. Pemerintah melalui Dirjen Pajak dan Bea Cukai yang menetapkan pemberlakuan bea masuk hak edar distribusi sehingga akibatnya pihak importir film melalui Motion Pictures Assosiation (MPA) memboikot peraturan tersebut dengan cara menarik semua hak edar film-film Hollywood, bahkan film Bollywood sekalipun.
Aku sedih juga dengar berita ini. Pemerintah ini kok ya cik nemene to ya kalo cari pendapatan. Padahal pendapatannya itu nanti juga masih dikorupsi. Parah...
Mari kita pikirkan multiplier effectnya dari kebijakan konyol ini. Pertama, masyarakat Indonesia akan kehilangan hiburan, dan akan dicekoki terus menerus dengan berita-berita sampah seperti korupsi, kerusuhan, agama menyimpang, kekerasan SARA, gosip artis yang nggak jelas dan masih banyak lagi. Terus sekarang hiburannya apa? Konser dangdut erotis? Film Indonesia horor dan porno? Video porno artis terkenal?
Okelah, ada yang bilang kebijakan ini akan mendorong tumbuhnya perfilman nasional. Mari berpikir lagi. Kira-kira film nasional seperti apa yang akan tumbuh? Yang seperti Laskar Pelangi, atau yang seperti Hantu Jamu Gendong something itu? Kalau menurutku sih pilihan kedua akan lebih banyak tayang di bioskop karena costnya murah dan menjanjikan keuntungan yang besar. Karena film-filnya nggak mutu, akhirnya penonton malas ke bioskop, bioskop gulung tikar, semua pegawai bioskop dipecat, pengangguran bertambah, kemiskinan bertambah, kalau kemiskinan bertambah biasanya kriminalisme bertambah, daerah kehilangan pendapatan dari pajak tontonan dan hiburan, orang-orang pada beli bajakan, bajakan merajalela, dan lagi-lagi akhirnya pemerintah juga yang dirugikan karena pembajakan. Err.... satu lagi, kalau bioskop gulung tikar, film nasional mau diputer dimana? Nah lho...
Kenapa sih pejabat itu nggak mau memikirkan efek dominonya seperti itu? Mereka maunya shortcut. Dan lagi-lagi masyarakatlah yang dikorbankan. Btw, budget nonton bisa ditabung untuk beli home theater baru dan beli DVD bajakan.
Selamat datang zaman kegelapan, pembajak, dan pengangguran.
PS:
Tulisan ini dibikin dengan pemikiran singkat aja.
Friday, February 18, 2011
Karya Saya Dibajak, atau...?
Beberapa waktu yang lalu aku, rekan di design dept. pabrik, dan rekan di branding dept. headquarter diberi tugas untuk membuat beberapa alternatif desain yang akan diaplikasikan pada produk 3 produk yang nantinya dipasarkan di Jepang. Which is produk itu adalah bikinan pabrik tempatku bekerja. Dari sekian banyak desain itu nanti akan ditentukan oleh si orang Jepangnya, mana yang akan dipakai dia. Ternyata karyaku nggak terpakai. Aku sih cuek aja, biasalah kalah dalam kompetisi, lagi pula desain yang tak terpakai itu nantinya bisa aku develop lagi untuk produk lain suatu hari nanti.Ketenanganku berubah jadi gundah gulana ketika pagi tadi Regional Manager Jepang & Far East bilang kalau si orang Jepangnya itu minta desainku dipakai di produk lain yang notabene bikinan sister mill dimana dia juga punya order di situ (FYI, aku bekerja di salah satu perusahaan jaringan pabrik pembuat kertas terbesar di dunia). Tapi, ada tapinya nih, desainku akan dipakai, tapi namanya diganti brand bikinan sister mill. Nggak tanggung-tanggung, bukan cuma 1 sister mill yang pakai, tapi 2.

Awalnya aku sudah bilang ke Regional Managernya, bahwa aku nggak mau. Desainku ini dedicated untuk pabrik kita, bukan mill lain. Dan tampaknya Si Regional Manager sudah menyampaikan hal itu ke Si Jepang. Tapi pihak Jepang rasanya ngeyel, dia minta izin ke Bos Sangat Besar yang membawahi pabrikku dan sister-sisternya. Pak Bos Sangat Besar malah menyerahkan urusan ini ke Bos yang membawahi pabrikku. Nah Bos yang membawahi pabrikku ini memperbolehkan 1 desain saja. Rupanya pak Bos nggak ngerti kalau si Jepang itu maksudnya memakai desainku ini untuk produk dengan brand lain. Tahunya dia desain itu ya plek langsung dipakai sister mill tanpa diubah-ubah lagi. Padahal kondisinya sekarang si Jepang udah minta file Illustrator desainku untuk diubah diganti nama brand milik sister mill.
Ada yang bilang, seharusnya aku bangga karena karyaku dipakai mill lain dan go international. Tapi aku bilang tidak, karena aku merasa ini dicuri atau dibajak. Sebentar, kalau menurut teman-teman, apakah ini tergolong pembajakan? Secara aku bikin desain atas nama brand A & B tapi dipakai untuk produk lain yang namanya C & D tanpa aku dilibatkan dalam proses perubahannya. Selain itu posisiku kan desainer pabrik tempatku bekerja yang memproduksi brand A & B, kalau yang lain kan seharusnya urusan pabrik yang bersangkutan dan headquarter, bukan main comot begini aja. Untung ini file master Illustratornya masih di laptopku dan aku pengen menahan file ini dulu sampai aku dapat kejelasan soal ini. Sejujurnya sedih dan kecewa itu ada kalau hasil karya dicuri seperti ini.
Jadi apa yang harus kulakukan berikutnya ini?
Monday, January 10, 2011
Emot Plurk Baru
Berikut adalah code emoticon Plurk yang baru dan nggilani
`fuu` `gfuu` `yay` `gyay``troll` `gtroll` `bah``gbah`
Agak males pakenya... krikruk...
Saturday, January 8, 2011
Korban Persaingan Bus
Kemarin waktu pulang kantor ada kejadian yang lucu-lucu megelno. Begitu bel bunyi, seperti biasa langsunglah karyawan pabrik kerta berhamburan keluar. Pertamanya aku jalan santai aja, pas di jembatan penyeberangan datanglah bis Restu "panda", AC tarip biasa dengan bus bermesin Hino karoseri Adi Putro yang terkenal nyaman haucek sing cing ping.



Nggak menyia-nyiakan kesempatan, aku langsung lari menerobos gerombolan ibu-ibu yang berjalan lambat sambil bergosip di jembatan penyeberangan. Begitu sampai di bawah, eeehhh lha kok bisnya sudah jalan. Otomatis langsung kuteriakin, "hoi hoi hoi..."
Dasar bis ya.. kalo denger teriakan mesti berhenti. Pintu depan dibuka, lalu masuklah aku. Jreenngg.. tampaknya sudah penuh sodara-sodara. Sudah pada berdiri. Aku udah pasrah aja, kalopun berdiri ya gak apa-apa wong bisnya AC gini.
Lhaaaa... kok tiba-tiba terdengar sopirnya ngoceh "iku mudun-mudun, biasane numpak Akas ngono kok saiki numpak Restu. Hayo mudun!!"
Asyeeemmm... akhirnya aku sama 2 orang temenku yang memang langganan Akas hanya bisa turun sambil misuh-misuh.
Mungkin bapak sopirnya dendam sama kita-kita ini. Soalnya dulu waktu belum ada Akas jurusan Ponorogo yang berangkat jam 7.58 kita ini naiknya ya Restu. Mulai dari bisnya belum AC sampai ganti armada jadi AC semua. Sampai akhirnya beberapa bulan kemarin muncullah bis Akas yang fasilitasnya sama AC tarif biasa.

Bisnya juga sama-sama bermesin Hino tapi karoserinya buatan New Armada yang sebenarnya kalah enak dibanding karoseri Restu buatan Adi Putro. Tapi masalah bisnya enak atau nggak enak itu nomor dua, yang penting buat orang-orang seperti kita-kita ini adalah ketepatan dan kecepatan.
Sebenarnya Restu berangkat lebih cepat, jam 7.58 dan Akas ada di belakangnya jam 7.02. Tapi kenyataannya yang terjadi adalah. Saat Restu berangkat jam 7.58, Akas ini ikutan berangkat juga. Jadi bareng berangkatnya. Kalaupun nggak bareng, paling selisihnya 1-2 menit aja. Akibatnya di jalan jadi kebut-kebutan balapan. Disinilah Restu selalu kalah. Nggak tau kenapa walaupun sama-sama mesinnya, tapi Restu itu bisnya seperti nggak bisa lari. Alhasil, Akas selalu sampai di Pabrik 3-5 menit lebih cepat dari Restu.
Aku dan beberapa teman yang dulu langganan Restu akhirnya diam-diam pindah bis. Bahkan kita-kita ini rela naik dari line 2 biar gak ketinggalan. Tentu saja pindahnya sembunyi-sembunyi, soalnya kalo ketahuan kru bisnya Restu pasti diteriakin atau disindir-sindir hehehe... Malu bo' :p Mungkin gara-gara itu ya si Pak Sopirnya Restu kemarin ngambek nggak mau bisnya dinaikin kita-kita hahaha...
Subscribe to:
Posts (Atom)