Pages

Saturday, January 8, 2011

Korban Persaingan Bus

Kemarin waktu pulang kantor ada kejadian yang lucu-lucu megelno. Begitu bel bunyi, seperti biasa langsunglah karyawan pabrik kerta berhamburan keluar. Pertamanya aku jalan santai aja, pas di jembatan penyeberangan datanglah bis Restu "panda", AC tarip biasa dengan bus bermesin Hino karoseri Adi Putro yang terkenal nyaman haucek sing cing ping.

Nggak menyia-nyiakan kesempatan, aku langsung lari menerobos gerombolan ibu-ibu yang berjalan lambat sambil bergosip di jembatan penyeberangan. Begitu sampai di bawah, eeehhh lha kok bisnya sudah jalan. Otomatis langsung kuteriakin, "hoi hoi hoi..."

Dasar bis ya.. kalo denger teriakan mesti berhenti. Pintu depan dibuka, lalu masuklah aku. Jreenngg.. tampaknya sudah penuh sodara-sodara. Sudah pada berdiri. Aku udah pasrah aja, kalopun berdiri ya gak apa-apa wong bisnya AC gini.

Lhaaaa... kok tiba-tiba terdengar sopirnya ngoceh "iku mudun-mudun, biasane numpak Akas ngono kok saiki numpak Restu. Hayo mudun!!"
Asyeeemmm... akhirnya aku sama 2 orang temenku yang memang langganan Akas hanya bisa turun sambil misuh-misuh.

Mungkin bapak sopirnya dendam sama kita-kita ini. Soalnya dulu waktu belum ada Akas jurusan Ponorogo yang berangkat jam 7.58 kita ini naiknya ya Restu. Mulai dari bisnya belum AC sampai ganti armada jadi AC semua. Sampai akhirnya beberapa bulan kemarin muncullah bis Akas yang fasilitasnya sama AC tarif biasa.
Bisnya juga sama-sama bermesin Hino tapi karoserinya buatan New Armada yang sebenarnya kalah enak dibanding karoseri Restu buatan Adi Putro. Tapi masalah bisnya enak atau nggak enak itu nomor dua, yang penting buat orang-orang seperti kita-kita ini adalah ketepatan dan kecepatan.

Sebenarnya Restu berangkat lebih cepat, jam 7.58 dan Akas ada di belakangnya jam 7.02. Tapi kenyataannya yang terjadi adalah. Saat Restu berangkat jam 7.58, Akas ini ikutan berangkat juga. Jadi bareng berangkatnya. Kalaupun nggak bareng, paling selisihnya 1-2 menit aja. Akibatnya di jalan jadi kebut-kebutan balapan. Disinilah Restu selalu kalah. Nggak tau kenapa walaupun sama-sama mesinnya, tapi Restu itu bisnya seperti nggak bisa lari. Alhasil, Akas selalu sampai di Pabrik 3-5 menit lebih cepat dari Restu.

Aku dan beberapa teman yang dulu langganan Restu akhirnya diam-diam pindah bis. Bahkan kita-kita ini rela naik dari line 2 biar gak ketinggalan. Tentu saja pindahnya sembunyi-sembunyi, soalnya kalo ketahuan kru bisnya Restu pasti diteriakin atau disindir-sindir hehehe... Malu bo' :p Mungkin gara-gara itu ya si Pak Sopirnya Restu kemarin ngambek nggak mau bisnya dinaikin kita-kita hahaha...

Saturday, January 1, 2011

2010, A Review

Alhamdulilah 2010 sudah lewat. Cepet banget sih tahun ini lewatnya. Nggak terasa sama sekali. Banyak yang sudah terjadi setahunan ini. Yuk mari direview biar bisa jadi pijakan yang baik buat tahun 2011.

Pekerjaan
Setelah sukses bikin sebuah loncatan tahun lalu, tahun ini alhamdulilah sukses di pekerjaan masih ngikut. Sejak project gimmick boneka E-Series, alhamdulilah dipercaya bikin segala bentuk project promotional gimmick. Dan nggak tanggung-tanggung, kelasnya sudah bukan lagi buat pasar domestik, tapi internasional.

Sampai suatu ketika di bulan Agustus, datang sebuah project yang sangat menantang dan belum pernah kulakukan sebelumnya. Mendesain wrapper packaging sebuah brand low-end, yang awalnya hanya dimaksudkan untuk mengurangi market share kompetitor utama. Project yang dinamai AONE ini berhasil aku selesaikan dalam waktu setengah hari dan besoknya langsung dipresentasikan ke hadapan President, Vice President, dan petinggi lain-lainnya. Itulah untuk pertama kalinya pula, aku ikut di meeting kelas berat. Tanpa banyak cingcong, desainku langsung diterima, dan alhamdulilah desain itu kayaknya membawa berkah, karena AONE sekarang jadi salah satu brand penting untuk kelangsungan hidup pabrik. Kayaknya selain membawa berkah buat pabrik, brand ini juga bawa berkah buat aku. Alhamdulilah sejak brand ini resmi membanjiri pasaran Afrika & Middle East, pundi-pundi rupiah juga mulai sedikit-demi sedikit membanjiri rekeningku hehehe. Yeah, menjalani pekerjaan ini seperti menjalani mimpi masa kecilku dan yang paling bikin bangga adalah karyaku sekarang bisa dilihat orang di berbagai negara.

Keuangan
Alhamdulilah ada peningkatan pendapatan setelah selesai AONE project. Apalagi setelah resmi jadi pegawai tetap Tjiwi Kimia bulan November kemarin. Nah, sekarang kayaknya waktunya menabung yang banyak buat beli rumah dan menikahi Sabo hehehe... Oiya, tahun ini aku berhasil beli kamera lhooooooo... walaupun nyicil tapi alhamdulilah udah punya DSLR.

Keluarga
Setelah perjuangan berat di awal tahun, akhirnya keluargaku kembali seperti semula. Lega rasanya. Senang. Walaupun sebenarnya masih susah menerima kesalahan yang dibuatnya yang membuat keluarga ini nyaris nggak karuan.

Cinta
Nggak ada yang bisa kutulis lagi selain: aku bersyukur punya Sabo. Dan aku sangat mencintainya. Semoga segera bisa melamarnya dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Harapan
Well, harapan di pekerjaan tahun 2011 ini nggak terlalu banyak. Cuman berharap untuk selalu diberi ide dan keberuntungan untuk bikin karya-karya baru, cinta yang langgeng, jalan yang mudah untuk menabung dan membeli rumah. Semoga tahun ini bisa terwujud. Amin...

Monday, December 27, 2010

Saya Bodoh dan Tak Berguna?

Hidupku rasanya seperti kacang yang terbungkus kulit. Sempurna terlihat baik dari luar, tapi siapa yang tahu dalamnya berantakan? Banyak yang bilang aku ini pinter, tau memanfaatkan celah peluang, beruntung dalam pekerjaan, tapi sebenarnya nggak ada yang tahu betapa semuanya nggak berarti waktu kita menyadari kalau ternyata kita nggak bisa membuat pasangan kita bahagia.

Hari ini aku menyadari betapa aku terlalu egois, terlalu sibuk dengan duniaku dan perasaanku sampai-sampai aku nggak ngerti sedikitpun apa yang terjadi dengannya. Aku sedih waktu menyadari ini. Rasanya bodoh banget dan nggak berguna. Jadi selama ini aku nggak pernah bisa memahami perasaannya. Hanya fokus pada hal-hal yang menenangkan perasaanku saja, bukan dia. Aku bodoh...

Waktu dia sedang kesusahan dimana aku? Tidur. Ya, tidur karena sudah lelah dengan duniaku. Ketika dia butuh dimengerti, dimana aku? Aku sibuk bertanya kenapa begini kenapa begitu. Bodoh kan? Aq sedih nggak bisa jadi orang yang bisa menyenangkan dia... sedih sekali..

Sunday, November 21, 2010

Profesional?

Menurutku, bekerja jadi pegawai ya memang resikonya ditarget, disuruh-suruh, dimarahi, atau apapun yang mungkin kita nggak suka. Kalau nggak mau ya sudah jangan pernah jadi pegawai. Soal idealisme mungkin agak susah diperjuangkan kalau jadi pegawai, tapi nggak ada salahnya ditunjukkan kalau ada kesempatan.

Tulisan ini aku bikin karena aku geram dengan ulah seorang teman kantor yang resign minggu depan. Resign menurutku adalah hak setiap orang, masalahnya adalah ketika kamu sudah berkerja begitu lama, diberikan banyak banyak rezeki melalui perusahaan ini, bahkan diberikan jodoh lewat perusahaan ini, sekarang ketika resign malah menjelek-jelekkan sana-sini bahkan nggak mau ngajari calon penggantinya. Apa itu etis? Okelah mungkin si Teman ini kecewa dengan kebijakan bos. Tapi apa ini yang namanya profesional?

Baiklah teman, sekali lagi, jadi pegawai itu memang begitu deritanya, tapi bukan begitu cara mengakhiri yang baik. Bukannya saya membela bos atau apa, tapi setidaknya tunjukkan profesionalisme. Maaf kalau aku jadi kurang respek denganmu karena hal ini. Good luck...

Monday, November 15, 2010

Doa Ngiler Galaxy Tab

Yaaa Allah... berikanlah aku kemudahan rezeki agar aku bisa membeli ini:


Amiiiiiiiinnnnn......