Pages

Thursday, August 26, 2010

Orang Sombong Disayang Tuhan?

Tuhan, saya mau curhat.
Di sekitar saya ada 1 orang yang sombongnya amit-amit. Mungkin dia menyebutnya percaya diri, tapi kami menyebutnya sombong. Saya melihat, semua yang dia lakukan, dia percayai, sepertinya adalah benar. Tak ada orang yang sebenar dia di matanya.

Tapi entahlah Tuhan, kenapa Dirimu seperti membiarkan saja. Tegurlah dia, Tuhan. Kan Dirimu Maha Kuasa. Please Tuhan, lakukan sesuatu. Aku, dan beberapa orang sudah mulai terganggu dengan gayanya. Keharmonisan di lingkungan ini bisa terganggu kalau terus-terusan begini.

Maafkan aku Tuhan, kalau sampai aku punya pikiran "Orang Sombong Disayang Tuhan" karena aku tahu kalau sebenarnya sombong itu salah satu penyakit hati yang nggak seharusnya ada di dalam diri manusia. Lalu kenapa kesombongan ini nggak Kau hentikan saja, Tuhan? Kenapa orang seperti ini malah diberi promosi, malah diberi kesuksesan, malah diberi kekuasaan. Kenapa Tuhan? Please tunjukkan sesuatu yang membuktikan pikiranku ini salah.

Terima kasih Tuhan atas curhatnya, semoga ini cuman buruk sangkaku saja dan jauhkan aku dari sifat seperti itu.

Tuesday, August 17, 2010

Suyanto Made In Indonesia

Banyak yang teriak-teriak, mana nasionalisme kita?? Tapi, sebenarnya apakah kita ini sudah nasionalis? Karena menurutku nasionalisme itu bisa dimulai dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita, misalnya budaya pakai buatan Indonesia.

Kalau yang ini sih udah digembar-gemborin dari dulu. Tapi gimana mau bangga pakai barang buatan Indonesia? Orang barang bikinan Indonesia aja malah dikasih merek yang berbau-bau luar negeri. Apa malu pakai nama Indonesia. Coba kalian jalan-jalan ke Tanggulangin. Tanggulangin ini, buat yang belum tau, adalah pusat kerajinan kulit di daerah Sidoarjo. Disana banyak banget merek-merek luar yang namanya nembak brand terkenal. Mulai dari yang kualitas sempurna sampai asal-asalan semua ada.

Sekarang aku jadi bertanya-tanya, kenapa nggak ada yg berani bikin brand sendiri? Takut nggak laku? Kalau takut nggak laku siapa yang harus disalahkan? Penjualnya? Atau pembelinya yang malu pakai buatan Indonesia asli? Impianku adalah, suatu saat nanti ada brand besar asli Indonesia pakai nama Indonesia masuk ke mal-mal besar, dipajang di baliho-baliho besar, masuk di iklan majalah-majalah fashion, produknya misalnya aja tas bikinan Tanggulangin dengan brand "Suyanto", bangga nggak kalian? Bangga mana kalian pakai tas "Dolce Gabbana" sama "Suyanto"?

Sunday, August 1, 2010

Enggak Ngerti

...............
...............
Perasaanku kalut...
Pernah ngerasa sakit hati?
Saat orang yang kamu kangeni ternyata yah, cuek-cuek aja. What do you feel?
Saat orang yang cuek-cuek aja ke kamu ternyata happy-happy di luar sana. What do you feel?
Saat memikirkan dia, dan mungkin dia nggak memikirkan kamu. What do you feel?

im down...

Tuesday, July 6, 2010

The Truly Pengamen

Sebagai seorang yang expert di bidang per-bis-an (hahaha) aku sudah mengamati berbagai tingkah laku pengamen. Jadi, menurut pengamatanku ada 2 jenis pengamen di dunia ini. Pertama, pengamen sejati dan satunya tentu saja pengamen tak sejati. Salah satu pengamen sejati adalah yang kutemui di bisa juruan Nganjuk kemarin.

Waktu dia naik penumpangnya pada mecucu semua gara-gara sopirnya lambat banget. Lalu diapun mulai menyanyi. Dia bilang lagunya itu lagu ciptaan sendiri, jadi dia minta maaf kalau nggak enak dan menyinggung perasaan penumpang. Aku lupa nadanya, tapi ada baitnya yang bunyinya kayak gini:

Duwe bojo dhuwur ayo bersyukur
yen masang genteng ora perlu menek sumur
Duwe bojo pendek ayo bersyukur
yen ngepel ora perlu maju mundur

Intinya gitu deh, punya istri cantik, jelek, kaya, miskin, tinggi, pendek, mbangir, pesek, semuanya harus bersyukur.

Hebatnya lagi si pengamen ini bikin ending yang keren. Dia nyanyi satu lagu lagi khusus minta penumpang buat tersenyum, soalnya dari tadi dia ngelihat orang-orang mukanya mencureng semua. Hehehehe... that was good job...

Begitulah seharusnya mengamen. Menghibur dan bukan mengganggu seperti kebanyakan pengamen di dunia ini.

Thursday, June 17, 2010

Gudang Makanan Meja Sebelah

Di samping ini adalah foto salah satu sudut meja kerja temanku yang selalu dipenuhi makanan, makanan dan makanan. Bahkan tempat tas pribadi pun dijadikan gudang stok persediaan makanan sama dia.

Aku jadi berpikir, apa yang terjadi kalau sehari aja dia nggak bawa makanan-makanan itu? Langsung tewaskah? Hehehe..



Sekarang coba tebak, kira-kira berapa berat badan temanku? Hehehehe..