Pages

Thursday, February 7, 2013

Lama Tidak Menulis, Menulis Tidak Lama

Well, ternyata postingan terakhir blog ini setahun lalu. Maafkan saya yang jarang menulis ini. Padahal menurut tips-tips yang ditulis di majalah-majalah itu menulis adalah salah satu cara membangkitkan kreativitas. Apa daya tampaknya akhir-akhir ini saya lebih rajin malas daripada rajin menulis. Hahaha..

Sebenarnya saya tahu sih biang kemalasan menulis panjang lebar ini. Media sosial. Ya, media sosial dengan segala keterbatasannya membuat saya malas untuk mengetik panjang kali lebar kali tinggi. Padahal untuk menulis di media sosial seperti twitter itu cuman dibatasi 160 karakter, itupun udah dipotong sama mentionan kita. Tapi kecepatan, catch to the moment adalah keunggulan Twitter daripada blog. Itu yang bikin saya dan kita semua lebih tertarik ngetwit daripada ngeblog.

Tapi dari semua itu pada akhirnya muncul kerinduan untuk menulis lagi. Ada emosi-emosi yang nggak bisa ditumpahkan semua di twitter. Semoga mulai hari ini saya nggak malas menulis lagi. Karena jaman sekarang menulis blog itu nggak harus di depan laptop atau PC.
posted from Bloggeroid

Friday, February 3, 2012

You Are What You Say

Ngrasani alias membicarakan orang di belakang terlebih soal keburukan memang nggak baik. Bahkan dilarang agama. Tapi jujur harus diakui lho, rasan-rasan itu nikmat. Pernah nggak merasakan itu, apalagi kalau kita benciii banget sama orang yg jadi objek rerasanan. Rasanya seperti pembalasan yg setimpal. Maut banget deh.

Tapi gara-gara apa yang kualami beberapa hari ini, rasanya kalimat judul di atas benar adanya. Terkadang orang yang suka ngrasani orang lain itu sebenarnya lama kelamaan menduplikasi apa yang mereka bicarakan. Saya sering mendengar teman A ngrasani teman B yang dibilang "geblek udah salah masih tetep aja nggak tau kalo dia salah" dan saya baru saja membuktikan bahwa ternyata teman A tidaklah lebih baik dari teman B.

You are what you say. Apa yang kalian bicarakan tentang orang lain sesungguhnya adalah refleksi dari apa yang kalian lakukan. Dan itu bikin sakit hati loh...

posted from Bloggeroid

Wednesday, February 1, 2012

Beef Prosperity

Salah satu menu tahunan McDonalds yang saya tunggu-tunggu adalah Beef Prosperity. Ini salah satu strategi marketing terbaik McDonalds yang bisa bikin orang-orang khususnya saya menunggu tiap awal tahun untuk mencicipi burger panjang orienal taste yang haucek sin cing ping ini. Sebenarnya kalau dipikir secara rasional aja. Ini memang burger yang biasa. Cuman berasa bumbunya lebih pekat, spicy, dan daging lebih banyak (tentu saja kan bentuknya memanjang). Tapi kemunculannya yang cuman di awal tahun ini yang bikin kepo.

Tahun ini seperti biasa beef prosperity datang sebelum imlek. Tapi sayangnya saya nggak sempat mampir McD. Sampai imleknya lewat. Akhirnya barulah hari Minggu kemarin akhirnya saya datang ke McD food court Tunjungan Plaza.

"Mas beef prosperity 2 ya.."
"Maaf pak beef prosperitynya sudah kosong."
"Kalau di McD depan masih ada gak?"
"Kosong semua mas. Hari ini se-Surabaya kosong"

Jiaaahhh mimpi beberapa hari makan beef prosperity nggak kesampaiannn.. Masa harus nunggu tahun depan?? Tau nggak, saking mimpinya saya dan kekasih sampai ngobrol pun kata kerja dan kata sifatnya diganti dengan "beef prosperity" (Semacam smurf gitu). Jadi contohnya gini..
"Kamu hari ini beef prosperity banget" atau "Hari ini jalanan bener-bener beef prosperity deh" ehehehe.. Bisa gila ini karena gak kebagian beef prosperity wkwkwkwk..

Dan puncaknya adalah kemarin siang waktu ngobrol dengan rekan kerja, ternyata dia bilang kalau beef prosperity itu masih ada! Karena hari Minggu kemarin dia dapat di McD Darmo. Wah.. Kalau gitu ayo jangan putus asa.. Kejar terus beef prosperitynya!!

posted from Bloggeroid

Sunday, January 22, 2012

285 Days Before: The Hall

Salah satu yang harus dipersiapkan untuk acara besar November nanti adalah gedung. Di Malang, tidak seperti di Surabaya yang banyak gedung yang proper untuk digunakan untuk acara pernikahan. Sebenarnya kriteria gedung yang kami inginkan tidaklah susah. Nggak harus gede tapi yang penting mampu menampung sekitar 800 orang, dilengkapi dengan AC, ruang rias, dan lokasi yang strategis.

Dari beberapa gedung yang ada di Malang akhirnya didapat 2 gedung yang mendekati kriteria tersebut yaitu Sasana Krida di depan Malang Town Square dan Aula Skodam V Brawijaya. Gedung pertama ternyata pada tanggal sudah kami tentukan itu penuh. Pagi dan sore sudah penuh. Akhirnya option kedua adalah Aula Skodam yang berada persis di depan Tugu Malang yang legendaris itu. Kebetulan di sana pada tanggal yang kami tentukan kosong. Setelah melihat lokasi, gedung bernuansa retro ini kayaknya sih OK juga. Layout gedungnya juga memungkinkan untuk didekor seperti keinginan kami. Tapi kendalanya adalah disini gedungnya nggak dilengkapi AC. Mungkin harus keluar biaya lagi untuk AC portable, 4-5 buah.

Yah semoga semuanya lancar soal pergedungan, dekor, AC dan sebagainya ini.

Tentang TKI

Tulisan ini bukan bermaksud melecehkan siapapun. Saya hanya menuliskan ini berdasarkan apa yang saya lihat dan rasakan. Ini tentang saudara-saudara kita yang bekerja sebagai TKI di luar negeri.

Nah ini sekarang di depan saya ada 2 orang cewek TKI yang baru pulang. Mereka turun Pandaan. Di bus mereka berpakaian dan aksesori lebay, sibuk ngobrol sambil teriak-teriak, padahal bus sedang penuh sesak. Dari belakangnya saya bisa melihat parade gadget iPhone yang dipakai. Kalau menurut saya mereka sedang sibuk memperlihatkan kelebihannya itu. Padahal bahaya lho bisa dicopet.

Hal-hal yang kayak gini ini lho yang akhirnya memancing orang untuk berbuat jahat. Nggak heran kan banyak kasus perampokan yang dialami TKI waktu pulang. Mereka adalah sasaran empuk karena perilakunya sendiri.

Mau gimana lagi coba? Kenaikan derajat kehidupan yang singkat nggak diimbangi dengan kesadaran akan lingkungan, ya begini ini jadinya.

posted from Bloggeroid