5 tahun berselang dan kembali ke Jakarta aku masih excited. Tapi perasaan itu nggak lama, begitu keluar bandara langsung ambyar semua. Macet sana-sini, semrawut sana-sini, ah... lama-lama menguap juga cita-cita itu. Better aku tetap di Surabaya saja
Tentang kegelisahan, tentang kegembiraan, tentang cinta, tentang isi hati
Thursday, October 14, 2010
Jakarta Tak Lagi Di Hati
Setelah sekian lama aku nggak ke Jakarta, akhirnya minggu ini dapat kesempatan jaga pameran di Jakarta. Sesaat, seneng rasanya kalau di kota ini, seperti ada ikatan masa lalu yang tertinggal, soalnya aku masih menyimpan cita-cita untuk punya karir di sini.
Thursday, September 9, 2010
Masih Ada Patrol Sahur
Yippie... yipie... puasa hilang, lebaran datang...
Puasa itu buat aku ibaratnya sebuah tradisi yang paling memorable sepanjang hidup. Kapan lagi ada patrol keliling kampung yang bangunin warga kalo nggak pas puasaan, trus kapan lagi kita bisa mudik rame-rame kalo nggak pas puasa, kapan lagi juga kita bisa kirim-kirim kartu ucapan yang lucu-lucu kalau nggak pas puasa? Mudik juga pas puasa. Ah banyak deh pokoknya.
Tapi itu dulu teman-teman.
Dunia sekarang sudah berubah. Entah kenapa sejak beberapa tahun belakangan aku makin jarang denger patrol di lingkungan rumah. Alhasil, sering sahur mepet imsak. Lalu kemana kegaduhan itu sekarang? Sebenarnya kegaduhan itu makin dekat dengan kita tanpa disadari. Pindah ke dalam rumah kita sendiri, bahkan dalam kamar kita sendiri. Kegaduhan itu pindah ke sebuah alat yang namanya handphone, PDA, Blackberry ato apalah itu. Coba deh buka facebook, twitter, plurk, kalo pas lagi sahur. Mereka pada ribut. Ada yang bangunin temennya, ada yang bingung masak apa, ada yang tanya menu hari ini, bahkan ada yang main tebak-tebakan.Ribut di dunia mereka sendiri-sendiri.
Kupikir perubahan dunia ini juga menyentuh kota sekecil Blitar, 120 km dari Surabaya. Tapi ternyata tidak sodara-sodara, disini tetap ada patrol. Tapi lagi-lagi teknologi merubah partol yang dulu berjalan kaki pakai kentongan bambu. Sekarang mereka naik truk, bawa sound sistem gede dan... nyetel dangdutan!! Oh gosh... Aku yang lagi enak-enak tidur langsung njingkat.. kaget setengah mati. Bukan itu aja, masih ditambah pesta mercon yang rasanya gede-gede. Kegaduhan dalam arti sebenarnya selama 2 jam itu sukses bikin aku kancilen alias nggak bisa tidur lagi sampai pagi.
Eniwei, gimanapun caranya, ramadhan tetaplah ramadhan yang penuh suka cita dan disambut dengan berbagai cara. Dan saat meninggalkannya, kita disambut Idul Fitri yang selalu dinantikan. Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan batin :)
Thursday, August 26, 2010
Orang Sombong Disayang Tuhan?
Tuhan, saya mau curhat.
Di sekitar saya ada 1 orang yang sombongnya amit-amit. Mungkin dia menyebutnya percaya diri, tapi kami menyebutnya sombong. Saya melihat, semua yang dia lakukan, dia percayai, sepertinya adalah benar. Tak ada orang yang sebenar dia di matanya.
Tapi entahlah Tuhan, kenapa Dirimu seperti membiarkan saja. Tegurlah dia, Tuhan. Kan Dirimu Maha Kuasa. Please Tuhan, lakukan sesuatu. Aku, dan beberapa orang sudah mulai terganggu dengan gayanya. Keharmonisan di lingkungan ini bisa terganggu kalau terus-terusan begini.
Maafkan aku Tuhan, kalau sampai aku punya pikiran "Orang Sombong Disayang Tuhan" karena aku tahu kalau sebenarnya sombong itu salah satu penyakit hati yang nggak seharusnya ada di dalam diri manusia. Lalu kenapa kesombongan ini nggak Kau hentikan saja, Tuhan? Kenapa orang seperti ini malah diberi promosi, malah diberi kesuksesan, malah diberi kekuasaan. Kenapa Tuhan? Please tunjukkan sesuatu yang membuktikan pikiranku ini salah.
Terima kasih Tuhan atas curhatnya, semoga ini cuman buruk sangkaku saja dan jauhkan aku dari sifat seperti itu.
Tuesday, August 17, 2010
Suyanto Made In Indonesia
Banyak yang teriak-teriak, mana nasionalisme kita?? Tapi, sebenarnya apakah kita ini sudah nasionalis?
Karena menurutku nasionalisme itu bisa dimulai dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita, misalnya budaya pakai buatan Indonesia.
Karena menurutku nasionalisme itu bisa dimulai dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita, misalnya budaya pakai buatan Indonesia. Kalau yang ini sih udah digembar-gemborin dari dulu. Tapi gimana mau bangga pakai barang buatan Indonesia? Orang barang bikinan Indonesia aja malah dikasih merek yang berbau-bau luar negeri. Apa malu pakai nama Indonesia. Coba kalian jalan-jalan ke Tanggulangin. Tanggulangin ini, buat yang belum tau, adalah pusat kerajinan kulit di daerah Sidoarjo. Disana banyak banget merek-merek luar yang namanya nembak brand terkenal. Mulai dari yang kualitas sempurna sampai asal-asalan semua ada.
Sekarang aku jadi bertanya-tanya, kenapa nggak ada yg berani bikin brand sendiri? Takut nggak laku? Kalau takut nggak laku siapa yang harus disalahkan? Penjualnya? Atau pembelinya yang malu pakai buatan Indonesia asli? Impianku adalah, suatu saat nanti ada brand besar asli Indonesia pakai nama Indonesia masuk ke mal-mal besar, dipajang di baliho-baliho besar, masuk di iklan majalah-majalah fashion, produknya misalnya aja tas bikinan Tanggulangin dengan brand "Suyanto", bangga nggak kalian? Bangga mana kalian pakai tas "Dolce Gabbana" sama "Suyanto"?

Sunday, August 1, 2010
Enggak Ngerti
...............
...............
Perasaanku kalut...
Pernah ngerasa sakit hati?
Saat orang yang kamu kangeni ternyata yah, cuek-cuek aja. What do you feel?
Saat orang yang cuek-cuek aja ke kamu ternyata happy-happy di luar sana. What do you feel?
Saat memikirkan dia, dan mungkin dia nggak memikirkan kamu. What do you feel?
im down...
Subscribe to:
Posts (Atom)