Pages

Wednesday, September 17, 2008

Rubik's Cube

Seharian memandangi Rubik's Cube yang warnanya masih acak yang tergantung di samping monitor kerjaku. Memecahkan misteri Rubik's Cube itu memang susah. Menyamakan warna satu sisi dengan sisi yang lain memang bukan perkara yang mudah. Semalam menyamakan 1 sisi saja nggak bisa hehehe... satu sisi yang hampir selesai malah kacau balau huhuuhuhuu....

Lama-lama aku berpikir, kenapa mesti disamakan warna sisinya ya? Pattern warna acaknya lama-lama kalo dilihat keren banget. Jadi kenapa harus di samakan ya?

Bukan Rubik's Cube-nya sih yang pengen bahas, tapi yang memberiku teka-teki Rubik's ini. Entah apa maksudnya, apa bisa diartikan bahwa untuk mendapatkan hati seseorang itu sama susahnya seperti menyusun warna-warni Rubik's Cube ini? Damn... sekarang mulai merindukannya. Masih ada sedikit kata-kata yang tak sempat terucap dan belum terpahami.

Wednesday, September 10, 2008

2 Hari Lagi

Huuuhhh... 2 hari lagi dia pulang. Huuuuhhhh... Masih banyak yang belum terungkapkan walaupun mungkin dia sudah menduga-duga. Apa harus dikatakan juga? Sial.. beneran jatuh cinta pada orang yang salah nih

Saturday, September 6, 2008

Status YM Hari Ini

Seperti yang sudah-sudah, status YM-ku selalu ganti-ganti setiap hari. Updatenya mengikuti kata hati atau apa yang terjadi di sekitarku. Yang paling baru agak panjang, tapi dalem banget. "Buka mata, hati, telinga, sesungguhnya ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta". Terinspirasi dari lagunya Maliq & D'Essential yang baru nih judulnya Mata, Hati, Telinga.

Ya, seperti biasa, ini bukan ekspresi pembelaan diri atas cinta yang terucapkan. Yang jadi bahan olok-olokan anak-anak sore gitu. Ah, biarlah. Sesungguhnya menurutku kata cinta bukanlah hal yang harus selalu diucapkan. Karena lidah itu tajam dan tak bertulang, kata-kata yang keluarpun itu bisa ingkar dan tak terpahami. Makanya lebih penting perbuatan daripada perkataan. Hidup adalah perbuatan.. haduuu... jadi kampanye Soetrisno Bachir.

Friday, September 5, 2008

Pulang ke Rumah Lama

11.32
Mas, dicari Pak Hari, jam 12 bisa ketemu nggak?
Kok ndadak?
Iya kurirnya rada bego. Mau dititipin Dhe tapi nggak ketemu
Oooo... gitu... ya sudahlah, ntar tak usahakan sampai sana jam 12

12.02
..............................
..............................
Yoweslah, Dit, ntar tak kabari lagi. Tapi bisa ya?
Insyaallah bisa deh Pak.

Memang, perjalanan pulang ke rumah lama terasa lebih menyenangkan. Lebih dekat dengan suasana yang pernah kuakrabi beberapa tahun yang lalu. Serasa dekat lagi dengan kenangan-kenangan lama, seperti memeluk lagi ingatan-ingatan yang pernah terlupakan.

Fiuh... Long way to go...

Tuesday, September 2, 2008

Salah Ya Berbuat Baik?

Hari ini ada yang bikin aku mangkel surangkel. Soalnya ada yang ngaku-ngaku jadi pacarku. Hueehh.. bukannya apa, tapi yang bikin bete karena dia berkoar-koar tanpa tedeng aling-aling via onair. Sh*t!! FYI, memang dulu sempat kenal juga sama tokoh yang satu ini. Entah darimana dia dapetin nomer HPku. Tapi ya biasa, kuanggap aja jadi teman biasa.

Memang aku rada-rada curiga karena satu bulan terakhir ini mulai ganggu banget. Dunno... Maybe she's freak... Bayangkan, setiap pagi di SMS gak penting-gak penting. Sebelumnya malah tiap jam 5 pagi dia selalu nelpon. Coba bayangin jadi aku... terganggu gak sih? Pulang jam 2 pagi, jam 5nya telepon udah berkoar-koar. Kalo nggak diangkat bakal sampe siang juga nelepon terus. Saat mulai ganggu terus-menerus gitu aku mulai nggak angkat teleponnya. Bahkan sadisnya, aku selalu me-reject. Bunyi dikit dari nomernya langsung tak-reject. Kejam ya? Tapi ya gimana lagi, tingkat gangguannya udah semakin parah.

Jadi bertanya-tanya, sebenarnya salah ya kalo kita berbuat baik sama orang?